terima kasih atas infonya gan
vimax
NasaQu
Senin, 15 Agustus 2016
Minggu, 14 Juni 2015
POTENSI KECAMATAN WEDUNG
Kecamatan Wedung merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Demak yang terletak di pesisir pantai laut jawa dengan luas wilayah seluas 93.876 ha
merupakan 11 persen dari seluruh wilayah di Kebupaten Demak. Oleh
karena itu Kecamatan Wedung merupakan Kecamatan yang memiliki luas
wilayah paling lebar di Kabupaten Demak. Tanah di Kecamatan Wedung
terdiri dari 5.457 ha tanah sawah dan 4.419 ha tanah kering. Dengan
jumlah penduduk sebesar 80.827 jiwa (berdasar data dari Badan Pusat
Statistik) yang terdiri dari 39.305 laki-laki dan 41.522 perempuan.
Disektor pertanian, Kecamatan Wedung menempati urutan kedua jumlah produksi bersih untuk tanaman padi dengan jumlah sebasar 56.631 ton padi.Selain padi, tanaman pangan lain yang banyak terdapat di Kecamatan Wedung antara lain jagung, ketela rambat, sedangkan untuk tanaman kacang tanah, kacang hijau, kedelai hanya sedikit yang ditanam di Kecamatan Wedung. Sedangkan untuk tanaman perkebunan yang ditanam di Kecamatan Wedung antara lain tebu rakyat, kapuk randu, dan kelapa hibrida.
Untuk tanaman bawang merah banyak ditanam di desa kenduren, tempel, jetak, dan jungsemi. Binatang ternak yang biasa di pelihara masyarakat di Kecamatan Wedung antara lain kerbau, kuda, kambing, unggas dll. Karena letaknya yang dipesisir pantai, di Kecamatan Wedung terdapat tempat pelelangan ikan yang masih aktif yaitu tempat pelelangan ikan wedung. Selain ikan hasil tangkapan dari laut, di Kecamatan Wedung banyak dipelihara ikan darat antara lain tawes, mujair, karper, lele, udang dan benur.
Produk dan barang yang dihasilkan dari industri besar/sedang, kecil, dan rumah tangga antara lain garam, pengeringan/presto/pengasapan ikan, pembuatan krupuk udang/tengir, terasi, permainan anak-anak dan konveksi. Daerah industri rumah tangga banyak terdapat mutih kulon, kendalasem, tedunan, kedung karang, babalan, berahan wetan, kedung mutih, bungo dan jungsemi.
Disektor pertanian, Kecamatan Wedung menempati urutan kedua jumlah produksi bersih untuk tanaman padi dengan jumlah sebasar 56.631 ton padi.Selain padi, tanaman pangan lain yang banyak terdapat di Kecamatan Wedung antara lain jagung, ketela rambat, sedangkan untuk tanaman kacang tanah, kacang hijau, kedelai hanya sedikit yang ditanam di Kecamatan Wedung. Sedangkan untuk tanaman perkebunan yang ditanam di Kecamatan Wedung antara lain tebu rakyat, kapuk randu, dan kelapa hibrida.
Untuk tanaman bawang merah banyak ditanam di desa kenduren, tempel, jetak, dan jungsemi. Binatang ternak yang biasa di pelihara masyarakat di Kecamatan Wedung antara lain kerbau, kuda, kambing, unggas dll. Karena letaknya yang dipesisir pantai, di Kecamatan Wedung terdapat tempat pelelangan ikan yang masih aktif yaitu tempat pelelangan ikan wedung. Selain ikan hasil tangkapan dari laut, di Kecamatan Wedung banyak dipelihara ikan darat antara lain tawes, mujair, karper, lele, udang dan benur.
Produk dan barang yang dihasilkan dari industri besar/sedang, kecil, dan rumah tangga antara lain garam, pengeringan/presto/pengasapan ikan, pembuatan krupuk udang/tengir, terasi, permainan anak-anak dan konveksi. Daerah industri rumah tangga banyak terdapat mutih kulon, kendalasem, tedunan, kedung karang, babalan, berahan wetan, kedung mutih, bungo dan jungsemi.
PROGRAM STUDI AHWAL SAKHSHIIYAH JURUSAN SYARIAH DI UNISSULA
PROGRAM STUDI AHWAL SAKHSHIYYAH JURUSAN SYARIAH
Visi
Sebagai Program Studi Ahwal Syakhshiyah
terkemuka di Jawa Tengah dalam membangun generasi khaira ummah,
mengembangkan ilmu dan pemikiran hukum Islam atas dasar nilai-nilai
Islam dan membangun peradaban Islam menuju masyarakat sejahtera yang
dirahmati Allah SWT dalam kerangka rahmatan lil’alamin
Misi
Menyelenggarakan pendidikan tinggi Islam
dalam rangka dakwah Islamiyah yang berorientasi pada kualitas dan
kesetaraan universal dengan:
- Merekonstruksi dan mengembangkan hukum Islam atas dasar nilai-nilai Islam menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT.
- Mendidik dan mengembangkan sumber daya insani yang Islami pada bidang hukum Islam dalam rangka membangun generasi khaira ummah, dan ulama tafaqquh fiddin, dengan mengutamakan kemuliaan akhlak, kualitas kecendekiawanan dan kepakaran standar tertinggi, siap melaksanakan tugas pendidikan, pencerahan dan dakwah.
- Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat dalam membangun peradaban Islam yang dirahmati Allah SWT dalam kerangka rahmatan lil’alamin.
- Mengembangkan
gagasan dan kegiatan agar secara dinamis senantiasa siap melakukan
perbaikan kelembagaan sesuai dengan hasil rekonstruksi dan
pengembangan ilmu, serta perkembangan masyarakat.
Tujuan
- Terselenggaranya proses rekonstruksi dan pengembangan hukum Islam atas dasar nilai-nilai Islam secara konsisten dan berkelanjutan, sejalan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT.
- Terbentuknya jamaah pendidik pejuang muslim yang bertakwa dan tafaqquh fiddin, dengan kecendekiawanan dan kepakaran dengan kualitas tertinggi dalam kesetaraan universal, menguasai nilai-nilai dasar Islam dan Islam untuk disiplin hukum Islam, istiqamah dalam melaksanakan tugas membangun peradaban, berkarya ilmiah, dan mengemban tugas-tugas kepemimpinan dan dakwah.
- Terselenggaranya pendidikan tinggi di bidang hukum islam yang dibutuhkan masyarakat pada jenjang sarjana (S1), dan kegiatan pendidikan tinggi lainnya yang sejalan dengan kebutuhan menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT.
- Menghasilkan generasi khaira ummah, pendidik dan ulama tafaqquh fiddin lulusan strata 1 pendidikan tinggi dalam bidang hukum islam yang berakhlak mulia, menguasai bahasa Inggris dan bahasa Arab, serta teknologi informasi, siap melaksanakan tugas kepemimpinan dan dakwah.
- Terwujudnya partisipasi dan peran aktif program studi dalam membangun kesejahteraan masyarakat dan pengembangan hukum islam, melalui studi dan penelitian intensif, bermutu dan relevan di bidang hukum islam, menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT.
- Terselenggaranya silaturrahim yang intensif dengan pusat-pusat pengembangan hukum Islam di seluruh dunia.
- Terselenggaranya silaturrahim yang intensif dengan pusat-pusat pengembangan hukum islam.
- Terselenggaranya pusat kajian pengembangan hukum islam untuk menjawab tantangan zaman.
- Terselenggaranya proses evaluasi diri dan penjaminan mutu secara teratur dan berkelanjutan.
- Terselenggaranya proses yang konsisten penyempurnaan kelembagaan sejalan dengan hasil-hasil rekonstruksi ilmu, evaluasi diri, dan dinamika perkembangan masyarakat.
Fakultas Agama Islam Unissula
Fakultas Agama Islam Unissula
VISI, MISI dan TUJUANFAKULTAS AGAMA ISLAM
Sejalan dengan visi dan misi UNISSULA
sebagai induk dari Fakultas Agama Islam serta menjawab tantangan
perubahan bentuk dan status FAI, telah dirumuskan visi, misi dan
tujuan FAI sebagai berikut:
Visi
Fakultas Agama Islam terkemuka di Jawa Tengah dalam membangun generasi khaira ummah,
mengembangkan ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman, dan membangun
Peradaban Islam menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT
dalam kerangka rahmatan lil 'alamin.
Misi
Menyelenggarakan Pendidikan Tinggi Agama Islam yang berorientasi pasa kualitas dan kesetaraan universal, dengan:
- Merekonstruksi dan mengembangkan: (a) ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman, (b) iptek atas dasar nilai-nilai Islam, untuk memajukan pendidikan Islam dan kesejahteraan umat manusia yang dirahmati Allah SWT.
- Mendidik dan mengembangkan sumber daya insani pada semua program pendidikan tinggi di bidang ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman dalam rangka membangun generasi khaira ummah tafaqquh fiddin dengan kualitas kecendekiawanan dan kepakaran standar tertinggi dan kesetaraan universal, siap melaksanakan tugas kepemimpinan dan dakwah.
- Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat dalam membangun peradaban Islam melalui upaya memajukan ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT.
- Mengembangkan gagasan dan kegiatan agar secara dinamik senantiasa siap melakuka pebaikan kelembagaan, sesuai dengan hasil rekonstruksi dan pengembangan ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman, dan pekermbangan masyarakat.
Tujuan
- Terselenggaranya proses rekonstruksi dan pengembangan (a) ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman (b) iptek atas dasar nilai-nilai Islam secara konsisten dan berkelanjutan untuk kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat yang dirahmati Allah SWT.
- Terbentuknya jamaah pendidik tafaqquh fiddin dengan sifat-sifat ulul albab dengan kecendekiawanan dan kepakaran di bidang ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman kualitas tertinggi dan kesetaraan universal, berakhlak mulia, menguasai Islam untuk disiplin ilmu, teknologi informasi, bahasa Arab dan Inggris, istiqamah melaksanakan tugas kependidikan, pengembangan iptek, kepemimpinan dan dakwah.
- Terselenggaranya pendidikan pada program Sarjana, Magister, dan Doktor, dan kegiatan pendidikan lainnya yang sejalan dengan kebutuhan menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT.
- Menghasilkan generasi khaira ummah tafaqquh fiddin, yang menguasai ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman dengan kualitas tertinggi dan kesetaraan universal, berakhlak mulia, menguasai Islam untuk disiplin ilmu, bahasa Arab dan Inggris, teknologi informasi, memiliki jiwa kewirausahaan, siap melaksanakan tugas kepemimpinan dan dakwah.
- Terwujudnya partisipasi aktif dalam membangun masyarakat dan peradaban Islam melalui studi dan penelitian intensif, bermutu dan relevan, menuju masyarakat sejahtera yang dirahmati Allah SWT.
- Terselenggaranya silaturrahim yang intensif dengan pusat-pusat pengembangan Islam di seluruh dunia.
- Terwujudnya pusat kajian pengembangan peradaban Islam untuk menjawab tantangan zaman.
- Menjadi rujukan dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat di bidang ilmu-ilmu dan pemikiran keislaman dalam rangka membangun peradaban Islam.
- Terselenggaranya proses evaluasi diri dan penjaminan mutu secara teratur dan berkelanjutan.
- Terselenggaranya proses yang konsisten dalam penyempurnaan kelembagaan, administrasi dan sistem informasi untuk menunjang kualitas pembinaan, dan pengembangan fakultas di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
SEPUTAR UNISSULA
Universitas Islam Sultan Agung – Unissula
Universitas Islam Sultan Agung
Alamat: Jl.Raya Kaligawe Km.4 Semarang Jawa Tengah
Nomor Telepon: (024)6583584 ; (024)6582455
No Fax: (024)6582455
Website: www.unissula.ac.id
UNISSULA Semarang didirikan pada tanggal 16 Dzulhijjah 1381 H, bertepatan dengan 20 Mei 1962 M, oleh Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA). Tiga fakultas telah dibuka yakni Fakultas Agama Islam, Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Pasti Alam. Pada tahun berikutnya didirikan Fakultas Kedokteran (10 Oktober 1963). Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, dan Fakultas Teknik kemudian menggantikan FIPIA dibuka pada tahun berikutnya, bersama dengan semangat untuk meningkatkan pengetahuan melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Fakultas-fakultas di Unissula Semarang kini: Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Fakultas Agama Islam, Fakultas Ilmu Keperawatan, Fakultas Kedokteran Umum, Fakultas Kedokteran Gigi, Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Bahasa, Fakultas Ilmu Komunikasi, Magister Ilmu Hukum dan Magister Teknik Elektro.
Dari Kampus UNISSULA SEMARANG ini di sisi timur terdapat Rumah Sakit Islam Sultan Agung yang juga bagian dari Universitas ini, serta terdapat Museum Jamu Nyonya Meneer di seberang kampus.
Budaya Akademik Islami ( BUDAI ) di UNISSULA
Budaya Akademik Islami (BudAI)
“Membangun Generasi Khaira Ummah” menjadi tema sentral gerakan pendidikan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula). Sedangkan Budaya Akademik Islami (BudAI) yang dideklarasikan pada tanggal 18 Agustus 2005 adalah sebagai strategi pendidikannya. Dengan tema besar itu, maka paradigma pendidikan kita berubah total, yaitu kita harus kembali kepada pendidikan atas dasar tata nilai, yakni nilai-nilai Islam. Artinya kita harus membangun paradigma baru dalam pendidikan kita. Paradigma baru mengharuskan mengembangkan ilmu dan teknologi dengan melaksanakan rekonstruksi ilmu atas dasar nilai-nilai Islam agar arah pengembangan ilmu ke depan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Hal ini dilatarbelakangi kondisi dunia pendidikan di Indonesia yang secara praktikal semakin materialistik dan telah mengakibatkan hancurnya akhlak bangsa.
Pada prakteknya, tujuan pendidikan kita saat ini hanya ditekankan pada penguasaan Iptek dan skill, bahkan pendidikan lebih diharapkan menghasilkan lulusan siap kerja, sehingga pendidikan karakter hampir tidak terjamah. Untuk itu, di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) sudah ditetapkan bahwa tugas utama pendidikan adalah melahirkan “Generasi Khaira Ummah” yakni generasi terbaik yang Allah potensikan mampu memimpin dunia. Untuk melahirkan generasi sebagaimana tersebut, maka secara operasional pendidikan adalah mendidik manusia taqwa, berilmu tinggi dan berjama’ah melalui strategi Budaya Akademik Islami (BudAI).
Strategi pendidikan di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) dirumuskan dengan nama Budaya Akademik Islami (BudAI) yang pada intinya berisi penguatan ruhiyah dan penguatan Iptek. Adapun penguatan ruhiyah adalah penguatan akidah, ibadah dan akhlak yang dikemas dalam gerakan pembudayaan yang meliputi gerakan shalat berjama’ah, gerakan berbusana Islami, gerakan thaharah, gerakan keteladanan, gerakan keramahan Islami, dan gerakan kualitas hidup. Sedangkan penguatan Iptek terdiri atas semangat iqra’, mengembangkan Iptek atas dasar nilai-nilai Islam, Islamic Learning Society, dan apresiasi Iptek.
Pendidikan adalah pembudayaan dan pembiasaan dengan tata nilai yang diyakini kebenarannya. Pendidikan di kampus Islam adalah penerapan nilai-nilai Islam dalam keseluruhan kehidupan kampus dan dilaksanakan oleh seluruh warga kampus. Lingkungan dan sarana-prasarana kampus harus menunjang tujuan pendidikan di kampus. Suasana kampus juga harus menunjang tradisi keilmuan Islam, membangun Islamic Learning Society.
Ke depan, pendidikan Islam harus mampu meraih kembali kejayaan yang telah diraih oleh pendidikan Islam terdahulu. Untuk mewujudkannya, perlu dibangun sebuah masyarakat pendidikan dengan atmosfir ibadah dan atmosfir akademik yang kondusif, yaitu dengan membangun Islamic Learning Society. Adapun Islamic Learning Society adalah masyarakat kampus yang senantiasa menunjang tinggi nilai-nilai Islam, dan menjadikan Islam sebagai pandangan hidup segenap civitas akademika, menjadi sumber inspirasi, motivasi, sekaligus menjadi filter dalam kegiatan ilmiah dan budaya. Kegiatan belajar mewarnai suasana kampus. Interaksi antara dosen dan mahasiswa, antara dosen dan dosen, antara mahasiswa dan mahasiswa, senantiasa mencerminkan interaksi pembelajaran. Pada akhirnya, Islamic Learning Society merupakan hasil dari mantapnya pelaksanaan Budaya Akademik Islami.
Langganan:
Komentar (Atom)